Ita Purnamasari Siapkan Album Religi
Jakarta (ANTARA News) - Lama tak terdengar kabarnya, penyanyi aliran musik rock asal Surabaya, Ita Purnamasari, mengaku sedang menyiapkan album religi yang bakal diluncurkan Agustus 2007.
“Sekarang memang masih proses, dalam waktu dekat semoga sudah selesai karena tinggal satu lagu lagi yang dikerjakan,” ujarnya, di Jakarta, baru-baru ini.
Penggarapan lagu-lagu bersuasana Islami itu, menurut Ita, dikerjakan sejak lama bersama suaminya yang juga musisi, Dwiki Dharmawan.
“Kebetulan kami mempunyai banyak sekali lagu-lagu religius yang belum sempat diproduksi dalam bentuk CD. Semua yang membuat mas Dwiki dan sudah dipilih sekitar delapan lagu ditambah dua lagu baru,” katanya.
Ita mengungkapkan, lima tahun terakhir dirinya memang tidak mengeluarkan album baru, namun tetap aktif menerima “job” menyanyi di berbagai daerah.
“Kalau album religi, maka ini yang pertama kali, tapi kalau secara keseluruhan album ini adalah yang ke-13,” ujar ibu satu anak itu.
Ita mengatakan, dalam album yang didampingi Dwiki selaku “music director” dan “produser”-nya itu ada satu lagu yang pernah dinyanyikannya bersama Novia Kolopaking berjudul “Dengan Menyebut Nama Allah”.
“Saya berharap lagu itu nantinya dapat mengena dan diterima di hati masyarakat,” demikian Ita. (*)
Ita Purnamasari Akan Menyanyi di China
Jakarta (ANTARA News) - Lama tak terdengar kabarnya, penyanyi asal Surabaya, Ita Purnamasari, akan tampil dalam pertunjukan seni budaya “Indonesia-China: Intertwined” di Beijing, 15 Juni mendatang.
“Lagu-lagunya mengambil dari lagu daerah yang dibawakan secara `medley` dan diaransemen ulang, di antaranya `Bungong Jeumpa`, `Gundul-gundul Pacul`, dan `Yamko Rambe`,” ujarnya kepada ANTARA, di Jakarta, Sabtu.
Untuk persiapan ke Beijing, pelantun hits “Cintaku Padamu” di tahun 1993 ini mengatakan telah beberapa kali latihan menyanyi dan menjaga stamina agar tetap prima.
“Berlatih menyanyi juga dilakukan secara intensif, terutama karena kali ini aku harus menyanyikan lirik lagu daerah dalam bahasa China,” ungkap ibu dari Muhammad Fernanda Dharmawan (9) ini.
Selain persiapan fisik dan latihan lagu, Ita juga telah menyiapkan kostum khusus untuk menyanyi. Kali ini Ita membuka-buka kembali koleksi busana etniknya.
“Aku punya beberapa koleksi busana bercorak etnik, jadi tidak ada masalah dengan kostum, yang penting menyesuaikan diri dengan tema acara dan lagu yang dibawakan,” ujar Ita, yang pernah tergabung dalam grup vokal “Tiga Dara” bersama Sylvana Herman dan Paramitha Rusady.
Tampil di depan publik China, bagi Ita bukan hal baru lagi. Pada 2006 lalu, Ita bersama sang suami, Dwiki Dharmawan, dan kelompok musik “World Peace Project” menggelar konser di empat kota di China.
“Indonesia-China: Intertwined” adalah bentuk kerjasama Indonesia-China di bidang budaya dan turisme. Pertunjukan tersebut menampilkan pagelaran seni budaya dua bangsa ini dalam tari, musik, lagu, dan peragaan busana. (*)

