Here's a great place to put a random quote or random post title.

Ita Purnamasari Lantunkan Bengawan Solo di Beijing

Beijing (ANTARA News) - Lagu Bengawan Solo ciptaan Gesang berkumandang di Beijing saat penyanyi Ita Purnamasari melantunkannya dalam suatu acara yang dihadiri seratusan warga asing dan WNI, Sabtu malam.

Penyanyi Ita Purnamasari, dengan iringan piano dari jemari suaminya Dwiki Dharmawan, menyanyikan lagu itu saat memeriahkan acara “ngunduh mantu” resepsi pernikahan salah seorang putra Dubes RI untuk China Sudrajat.

Diiringi piano serta alat-alat musik asli China, Ita menyanyikan lagu Bengawan Solo dalam dua versi, Bahasa Indonesia dan bahasa China.

Lagu Bengawan Solo memang cukup populer dikalangan beberapa warga China, buktinya ketika Ita menyanyikan dalam Bahasa China beberapa tamu warga China ikut menyanyikan.

“Lagu Bengawan Solo memang cukup populer di China sehingga lagu tersebut dinyanyikan Ita saat ikut memeriahkan acara resepsi pernikahan itu,” kata Dwiki.

Sejumlah WNI yang telah lama tinggal di Beijing pun ikut merasa terhibur dengan lagu lawas itu, sehingga mengingatkan para WNI mengingat kembali tembang-tembang asli Indonesia.

Acara “ngunduh mantu” memang cukup terasa meriah karena musik perpaduan asli Indonesia dan China terasa sangat kental di acara itu.

Penyanyi, presenter serta komedian Dorce Gamalama juga tak ketinggalan ikut memeriahkan acara itu dan ikut menyanyikan sejumlah lagu Indonesia, China dan barat.

Dengan tingkah laku dan guyonan khasnya, Dorce mampu membuat sejumlah tamu, terutama warga Indonesoa, tertawa terpingkal-pingkal saat Dorce menyanyi dan melucu.

Dia pun cukup fasih menyanyikan beberapa lagu mandarin seperti “The Moon Represents My Heart” yang dipopulerkan oleh penyanyi Teresa Teng.

Menggunakan gaun berwarna merah Dorce pun mengeliling hampir seluruh meja untuk mengajak sejumlah tamu baik warga Indonesia, China maupun asing untuk bersama-sama menyanyikan lagu.

Pergelaran `Irama Indonesia` Pukau Ratusan Penonton China

Beijing (ANTARA News) - Pertunjukan musik Irama Indonesia (The Rhythms of Indonesia) berhasil memukau ratusan penonton yang hadir di Gedung Konser Beijing, Rabu malam.

Komposer sekaligus musisi Dwiki Dharmawan berhasil memadukan alat musik tradisional Indonesia dan China, serta alat musik modern dalam menyajikan sejumlah lagu dan gerak tari yang diperagakan oleh Didik Nini Thowok.

Kelompok musik yang ikut meramaikan kegiatan seni dan budaya itu adalah Krakatau (Indonesia), Orkestra Harmoni Asia (China), serta “World Music Ensamble of Central Conservatory of Music” (China), penyanyi Ita Purnamasari, serta pesinden Peni Candra Rini.

Sejumlah alat musik tradisional Indonesia, seperti angklung, rebab, serta gendang juga turut menyemarakkan pertunjukan pentas seni dan budaya yang menyajikan lagu-lagu ‘Janger’, ‘Bengawan Solo’, ‘Genjring Party’, ‘Ilir-Ilir’, ‘Impen-Impenan’, serta ‘Yamko Rambe Yamko’.

Para penonton yang terdiri atas masyarakat Indonesia, duta besar, diplomat asing, serta warga Beijing tampak begitu antusias menyaksikan pertunjukan seni dan budaya khas Indonesia tersebut dan beberapa kali memberikan sambutan tepuk tangan.

Turut hadir menyaksikan pertunjukan antara lain Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, Duta Besar RI untuk China, Sudrajat, serta Wakil Kepala Perwakilan RI untuk Beijing Mohamad Oemar.

Pertunjukan diawali dengan menyanyikan lagu ‘Janger’ yang diiringi oleh musik tradisional Indonesia dan China, alat musik modern, sementara Dwiki mengiringi dengan piano.

Pada akhir pertunjukan dilantunkan lagu ‘Yamko Rambe Yamko’ yang dinyanyikan secara urut-urutan (medley).

Dubes Sudrajat mengatakan tujuan dari pertunjukan itu adalah untuk lebih memperkenalkan jenis seni dan budaya Indonesia, khususnya untuk menampilkan berbagai alat musik tradisional yang kian lama kian dikenal di China.

Ia mengatakan dengan adanya penampilan pentas seni dan budaya ini diharapkan warga China dan asing yang ada di Beijing bisa lebih mengenal budaya Indonesia yang pada akhirnya bisa lebih mengangkat nama Indonesia di mata internasional.

“Kita akan lebih aktif mempromosikan potensi budaya Indonesia di mata internasional, antara lain melalui pertunjukan seperti ini,” katanya.

Kegiatan ini, kata Dubes, juga merupakan salah satu realisasi dari Kerjasama Strategis yang telah ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Hu Jintao pada April 2005, yang intinya meningkatkan kerjasama berbagai bidang, seperti politik, ekonomi, serta sosial dan budaya.

Pentas seni dan budaya itu, katanya, terselenggara atas kerjasama KBRI Beijing, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, serta Garuda Indonesia. (*)

KBRI Beijing Akan Gelar “Irama Indonesia”

Beijing (ANTARA News) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing, China, akan menggelar pertunjukan Irama Indonesia (The Rhythms of Indonesia) di Gedung Konser Beijing pada 7 November 2007.

“Tujuan pertunjukan ini untuk lebih memperkenalkan jenis seni dan budaya Indonesia khususnya menampilkan berbagai alat musik tradisional,” kata Sekretaris III Bidang Sosial dan Budaya KBRI Beijing, Arianto Surojo, di Beijing, Senin.

Sejumlah musisi dan kelompok musik akan unjuk kebolehan, seperti Dwiki Dharmawan dengan Krakatau Band, Ita Purnamasari, Orkestra Simphoni Nasional, Pusat Konservatori Musik.

Penari asal Yogyakarta, Didik Nini Thowok, juga akan tampil, selain pertunjukan musik tradisional angklung.

Beberapa lagu yang akan ditampilkan antara lain “Bengawan Solo”, “Kutemukan”, “Impen Impenan”, “Yamko Rambe Yamko”, “Rasa Sayange”, dan sejumlah lagu lain hasil perpaduan dengan alat musik tradisional Indonesia.

“Dalam pertunjukan nanti juga akan menampilkan beberapa musisi lokal untuk berkolaborasi dengan musisi Indonesia,” kata Arianto.

Ia mengatakan dengan adanya penampilan pentas seni dan budaya ini diharapkan warga China dan asing yang ada di Beijing bisa lebih mengenal budaya Indonesia yang pada akhirnya bisa lebih mengangkat nama Indonesia di mata internasional.

Pertunjukan itu, katanya, akan dihadiri sejumlah duta besar dan diplomat yang ada di Beijing, serta sejumlah pejabat tinggi negeri Tirai Bambu itu.

“Kita akan lebih aktif mengenalkan potensi budaya Indonesia di mata internasional, antara lain melalui pertunjukan seperti ini,” katanya.

Kegiatan seni dan budaya ini, kata Arianto, merupakan salah satu realisasi dari kesepakatan kerja sama strategis yang telah ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden China Hu Jintao April 2005, yang intinya meningkatkan kerjasama berbagai bidang seperti politik, ekonomi, serta sosial dan budaya. (*)

Ita Purnamasari Akan Menyanyi di China

Jakarta (ANTARA News) - Lama tak terdengar kabarnya, penyanyi asal Surabaya, Ita Purnamasari, akan tampil dalam pertunjukan seni budaya “Indonesia-China: Intertwined” di Beijing, 15 Juni mendatang.

“Lagu-lagunya mengambil dari lagu daerah yang dibawakan secara `medley` dan diaransemen ulang, di antaranya `Bungong Jeumpa`, `Gundul-gundul Pacul`, dan `Yamko Rambe`,” ujarnya kepada ANTARA, di Jakarta, Sabtu.

Untuk persiapan ke Beijing, pelantun hits “Cintaku Padamu” di tahun 1993 ini mengatakan telah beberapa kali latihan menyanyi dan menjaga stamina agar tetap prima.

“Berlatih menyanyi juga dilakukan secara intensif, terutama karena kali ini aku harus menyanyikan lirik lagu daerah dalam bahasa China,” ungkap ibu dari Muhammad Fernanda Dharmawan (9) ini.

Selain persiapan fisik dan latihan lagu, Ita juga telah menyiapkan kostum khusus untuk menyanyi. Kali ini Ita membuka-buka kembali koleksi busana etniknya.

“Aku punya beberapa koleksi busana bercorak etnik, jadi tidak ada masalah dengan kostum, yang penting menyesuaikan diri dengan tema acara dan lagu yang dibawakan,” ujar Ita, yang pernah tergabung dalam grup vokal “Tiga Dara” bersama Sylvana Herman dan Paramitha Rusady.

Tampil di depan publik China, bagi Ita bukan hal baru lagi. Pada 2006 lalu, Ita bersama sang suami, Dwiki Dharmawan, dan kelompok musik “World Peace Project” menggelar konser di empat kota di China.

“Indonesia-China: Intertwined” adalah bentuk kerjasama Indonesia-China di bidang budaya dan turisme. Pertunjukan tersebut menampilkan pagelaran seni budaya dua bangsa ini dalam tari, musik, lagu, dan peragaan busana. (*)

    My Video



    Partners site

    www.musikita.biz
    www.farabimusic.com

    Subscribe to Newsletter?

     Subscribe in a reader
    Or, subscribe via email:
    Enter your email address: