<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Ita Purnamasari</title>
	<atom:link href="http://www.itapurnamasari.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.itapurnamasari.com</link>
	<description>official website of Indonesian famous pop-rock singer</description>
	<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 01:47:22 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.3</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Ita Purnamasari Lantunkan Bengawan Solo di Beijing</title>
		<link>http://www.itapurnamasari.com/2008/12/ita-purnamasari-lantunkan-bengawan-solo-di-beijing/</link>
		<comments>http://www.itapurnamasari.com/2008/12/ita-purnamasari-lantunkan-bengawan-solo-di-beijing/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 01:47:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Concert]]></category>

		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.itapurnamasari.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Beijing (ANTARA News) - Lagu Bengawan Solo ciptaan Gesang berkumandang di Beijing saat penyanyi Ita Purnamasari melantunkannya dalam suatu acara yang dihadiri seratusan warga asing dan WNI, Sabtu malam.
Penyanyi Ita Purnamasari, dengan iringan piano dari jemari suaminya Dwiki Dharmawan, menyanyikan lagu itu saat memeriahkan acara &#8220;ngunduh mantu&#8221; resepsi pernikahan salah seorang putra Dubes RI untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beijing (ANTARA News) - Lagu Bengawan Solo ciptaan Gesang berkumandang di Beijing saat penyanyi Ita Purnamasari melantunkannya dalam suatu acara yang dihadiri seratusan warga asing dan WNI, Sabtu malam.</p>
<p>Penyanyi Ita Purnamasari, dengan iringan piano dari jemari suaminya Dwiki Dharmawan, menyanyikan lagu itu saat memeriahkan acara &#8220;ngunduh mantu&#8221; resepsi pernikahan salah seorang putra Dubes RI untuk China Sudrajat.</p>
<p>Diiringi piano serta alat-alat musik asli China, Ita menyanyikan lagu Bengawan Solo dalam dua versi, Bahasa Indonesia dan bahasa China.</p>
<p>Lagu Bengawan Solo memang cukup populer dikalangan beberapa warga China, buktinya ketika Ita menyanyikan dalam Bahasa China beberapa tamu warga China ikut menyanyikan.</p>
<p>&#8220;Lagu Bengawan Solo memang cukup populer di China sehingga lagu tersebut dinyanyikan Ita saat ikut memeriahkan acara resepsi pernikahan itu,&#8221; kata Dwiki.</p>
<p>Sejumlah WNI yang telah lama tinggal di Beijing pun ikut merasa terhibur dengan lagu lawas itu, sehingga mengingatkan para WNI mengingat kembali tembang-tembang asli Indonesia.</p>
<p>Acara &#8220;ngunduh mantu&#8221; memang cukup terasa meriah karena musik perpaduan asli Indonesia dan China terasa sangat kental di acara itu.</p>
<p>Penyanyi, presenter serta komedian Dorce Gamalama juga tak ketinggalan ikut memeriahkan acara itu dan ikut menyanyikan sejumlah lagu Indonesia, China dan barat.</p>
<p>Dengan tingkah laku dan guyonan khasnya, Dorce mampu membuat sejumlah tamu, terutama warga Indonesoa, tertawa terpingkal-pingkal saat Dorce menyanyi dan melucu.</p>
<p>Dia pun cukup fasih menyanyikan beberapa lagu mandarin seperti &#8220;The Moon Represents My Heart&#8221; yang dipopulerkan oleh penyanyi Teresa Teng.</p>
<p>Menggunakan gaun berwarna merah Dorce pun mengeliling hampir seluruh meja untuk mengajak sejumlah tamu baik warga Indonesia, China maupun asing untuk bersama-sama menyanyikan lagu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.itapurnamasari.com/2008/12/ita-purnamasari-lantunkan-bengawan-solo-di-beijing/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ita Purnamasari: Terpaksa Naik Ojeg</title>
		<link>http://www.itapurnamasari.com/2007/12/ita-purnamasari-terpaksa-naik-ojeg/</link>
		<comments>http://www.itapurnamasari.com/2007/12/ita-purnamasari-terpaksa-naik-ojeg/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2007 05:16:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Articles]]></category>

		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://itapurnamasari.com/blog/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Bukan lantaran sudah bosan hidup atau mau cari perhatian orang, seorang pria pengendara motor mencoba bergerak lincah menerobos ribuan pengunjung yang memadati kawasan Pantai Bende, Taman Impian Jaya Ancol (TIJA), menjelang detik-detik penggantian tahun 2001 ke 2002. Berkali-kali klaksonnya dibunyikan. Sementara, dua penumpangnya memegang erat sang pengemudi, seraya terus berujar, &#8220;Permisi&#8230;permisi&#8230;permisi numpang lewat sebentar&#8230;,&#8221; pintanya.
Awalnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bukan lantaran sudah bosan hidup atau mau cari perhatian orang, seorang pria pengendara motor mencoba bergerak lincah menerobos ribuan pengunjung yang memadati kawasan Pantai Bende, Taman Impian Jaya Ancol (TIJA), menjelang detik-detik penggantian tahun 2001 ke 2002. Berkali-kali klaksonnya dibunyikan. Sementara, dua penumpangnya memegang erat sang pengemudi, seraya terus berujar, &#8220;Permisi&#8230;permisi&#8230;permisi numpang lewat sebentar&#8230;,&#8221; pintanya.</p>
<p>Awalnya memang ditanggapi dingin. Namun, karena si empunya suara adalah salah satu perempuan yang mukanya sudah sering dilihat di layar kaca, perlahan kumpulan orang itu pun memberinya jalan untuk melaju. &#8220;Permisi&#8230;permisi&#8230;makasih yah, makasih, permisi&#8230;&#8221;</p>
<p>Sementara bunyi klakson pun masih terus dibunyikan si pengemudi tanpa henti. Terus bersahutan. menciptakan kebisingan tersendiri.</p>
<p>Motor pun akhirnya sampai juga di pintu gerbang samping panggung pertunjukan. Dengan lantang wanita yang duduk di bangku paling bontot pun berteriak kencang dan tergesa-gesa. &#8220;Pak cepat buka pintunya, ini Mbak Ita Purnamasari,&#8221; teriaknya pada dua orang aparat yang tengah berjaga, seraya mengangkat tangannya dan menunjukkan pada wanita yang duduk di depannya.</p>
<p>&#8220;Aduh acak-acakan lagi deh dandanan saya,&#8221; keluh Ita Purnamasari, yang malam itu menjadi salah satu bintang tamu dalam acara memeriahkan penggantian tahun baru di Pantai Bende, TIJA bersama suami, Dwiki Darmawan serta penyanyi lainnya, Rossa dan Nadilla.</p>
<p>Kata ibu Muhammad Fernanda (4), sedianya ia akan hadir di lokasi pertunjukan lebih awal, sebelum masyarakat menyerbu lokasi tersebut. Tapi lantaran dandanan belum juga kelar, akhirnya terpaksa beberapa saat sebelum gilirannya tampil. &#8220;Aku deg-degan banget. Sampai-sampai sesak napas. Untunglah selamat,&#8221; katanya kepada KCM seraya menuju ke arena pertunjukan. (eh)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.itapurnamasari.com/2007/12/ita-purnamasari-terpaksa-naik-ojeg/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pergelaran `Irama Indonesia` Pukau Ratusan Penonton China</title>
		<link>http://www.itapurnamasari.com/2007/11/pergelaran-irama-indonesia-pukau-ratusan-penonton-china/</link>
		<comments>http://www.itapurnamasari.com/2007/11/pergelaran-irama-indonesia-pukau-ratusan-penonton-china/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Nov 2007 05:33:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Articles]]></category>

		<category><![CDATA[Concert]]></category>

		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://itapurnamasari.com/blog/2007/11/08/pergelaran-irama-indonesia-pukau-ratusan-penonton-china/</guid>
		<description><![CDATA[Beijing (ANTARA News) - Pertunjukan musik Irama Indonesia (The Rhythms of Indonesia) berhasil memukau ratusan penonton yang hadir di Gedung Konser Beijing, Rabu malam.
Komposer sekaligus musisi Dwiki Dharmawan berhasil memadukan alat musik tradisional Indonesia dan China, serta alat musik modern dalam menyajikan sejumlah lagu dan gerak tari yang diperagakan oleh Didik Nini Thowok.
Kelompok musik yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beijing (ANTARA News) - Pertunjukan musik Irama Indonesia (The Rhythms of Indonesia) berhasil memukau ratusan penonton yang hadir di Gedung Konser Beijing, Rabu malam.</p>
<p>Komposer sekaligus musisi Dwiki Dharmawan berhasil memadukan alat musik tradisional Indonesia dan China, serta alat musik modern dalam menyajikan sejumlah lagu dan gerak tari yang diperagakan oleh Didik Nini Thowok.</p>
<p>Kelompok musik yang ikut meramaikan kegiatan seni dan budaya itu adalah Krakatau (Indonesia), Orkestra Harmoni Asia (China), serta &#8220;World Music Ensamble of Central Conservatory of Music&#8221; (China), penyanyi Ita Purnamasari, serta pesinden Peni Candra Rini.</p>
<p>Sejumlah alat musik tradisional Indonesia, seperti angklung, rebab, serta gendang juga turut menyemarakkan pertunjukan pentas seni dan budaya yang menyajikan lagu-lagu &#8216;Janger&#8217;, &#8216;Bengawan Solo&#8217;, &#8216;Genjring Party&#8217;, &#8216;Ilir-Ilir&#8217;, &#8216;Impen-Impenan&#8217;, serta &#8216;Yamko Rambe Yamko&#8217;.</p>
<p>Para penonton yang terdiri atas masyarakat Indonesia, duta besar, diplomat asing, serta warga Beijing tampak begitu antusias menyaksikan pertunjukan seni dan budaya khas Indonesia tersebut dan beberapa kali memberikan sambutan tepuk tangan.</p>
<p>Turut hadir menyaksikan pertunjukan antara lain Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, Duta Besar RI untuk China, Sudrajat, serta Wakil Kepala Perwakilan RI untuk Beijing Mohamad Oemar.</p>
<p>Pertunjukan diawali dengan menyanyikan lagu &#8216;Janger&#8217; yang diiringi oleh musik tradisional Indonesia dan China, alat musik modern, sementara Dwiki mengiringi dengan piano.</p>
<p>Pada akhir pertunjukan dilantunkan lagu &#8216;Yamko Rambe Yamko&#8217; yang dinyanyikan secara urut-urutan (medley).</p>
<p>Dubes Sudrajat mengatakan tujuan dari pertunjukan itu adalah untuk lebih memperkenalkan jenis seni dan budaya Indonesia, khususnya untuk menampilkan berbagai alat musik tradisional yang kian lama kian dikenal di China.</p>
<p>Ia mengatakan dengan adanya penampilan pentas seni dan budaya ini diharapkan warga China dan asing yang ada di Beijing bisa lebih mengenal budaya Indonesia yang pada akhirnya bisa lebih mengangkat nama Indonesia di mata internasional.</p>
<p>&#8220;Kita akan lebih aktif mempromosikan potensi budaya Indonesia di mata internasional, antara lain melalui pertunjukan seperti ini,&#8221; katanya.</p>
<p>Kegiatan ini, kata Dubes, juga merupakan salah satu realisasi dari Kerjasama Strategis yang telah ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Hu Jintao pada April 2005, yang intinya meningkatkan kerjasama berbagai bidang, seperti politik, ekonomi, serta sosial dan budaya.</p>
<p>Pentas seni dan budaya itu, katanya, terselenggara atas kerjasama KBRI Beijing, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, serta Garuda Indonesia. (*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.itapurnamasari.com/2007/11/pergelaran-irama-indonesia-pukau-ratusan-penonton-china/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>KBRI Beijing Akan Gelar &#8220;Irama Indonesia&#8221;</title>
		<link>http://www.itapurnamasari.com/2007/11/kbri-beijing-akan-gelar-irama-indonesia/</link>
		<comments>http://www.itapurnamasari.com/2007/11/kbri-beijing-akan-gelar-irama-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Nov 2007 05:32:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Articles]]></category>

		<category><![CDATA[Concert]]></category>

		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://itapurnamasari.com/blog/2007/11/05/kbri-beijing-akan-gelar-irama-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Beijing (ANTARA News) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing, China, akan menggelar pertunjukan Irama Indonesia (The Rhythms of Indonesia) di Gedung Konser Beijing pada 7 November 2007.
&#8220;Tujuan pertunjukan ini untuk lebih memperkenalkan jenis seni dan budaya Indonesia khususnya menampilkan berbagai alat musik tradisional,&#8221; kata Sekretaris III Bidang Sosial dan Budaya KBRI Beijing, Arianto [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beijing (ANTARA News) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing, China, akan menggelar pertunjukan Irama Indonesia (The Rhythms of Indonesia) di Gedung Konser Beijing pada 7 November 2007.</p>
<p>&#8220;Tujuan pertunjukan ini untuk lebih memperkenalkan jenis seni dan budaya Indonesia khususnya menampilkan berbagai alat musik tradisional,&#8221; kata Sekretaris III Bidang Sosial dan Budaya KBRI Beijing, Arianto Surojo, di Beijing, Senin.</p>
<p>Sejumlah musisi dan kelompok musik akan unjuk kebolehan, seperti Dwiki Dharmawan dengan Krakatau Band, Ita Purnamasari, Orkestra Simphoni Nasional, Pusat Konservatori Musik.</p>
<p>Penari asal Yogyakarta, Didik Nini Thowok, juga akan tampil, selain pertunjukan musik tradisional angklung.</p>
<p>Beberapa lagu yang akan ditampilkan antara lain &#8220;Bengawan Solo&#8221;, &#8220;Kutemukan&#8221;, &#8220;Impen Impenan&#8221;, &#8220;Yamko Rambe Yamko&#8221;, &#8220;Rasa Sayange&#8221;, dan sejumlah lagu lain hasil perpaduan dengan alat musik tradisional Indonesia.</p>
<p>&#8220;Dalam pertunjukan nanti juga akan menampilkan beberapa musisi lokal untuk berkolaborasi dengan musisi Indonesia,&#8221; kata Arianto.</p>
<p>Ia mengatakan dengan adanya penampilan pentas seni dan budaya ini diharapkan warga China dan asing yang ada di Beijing bisa lebih mengenal budaya Indonesia yang pada akhirnya bisa lebih mengangkat nama Indonesia di mata internasional.</p>
<p>Pertunjukan itu, katanya, akan dihadiri sejumlah duta besar dan diplomat yang ada di Beijing, serta sejumlah pejabat tinggi negeri Tirai Bambu itu.</p>
<p>&#8220;Kita akan lebih aktif mengenalkan potensi budaya Indonesia di mata internasional, antara lain melalui pertunjukan seperti ini,&#8221; katanya.</p>
<p>Kegiatan seni dan budaya ini, kata Arianto, merupakan salah satu realisasi dari kesepakatan kerja sama strategis yang telah ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden China Hu Jintao April 2005, yang intinya meningkatkan kerjasama berbagai bidang seperti politik, ekonomi, serta sosial dan budaya. (*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.itapurnamasari.com/2007/11/kbri-beijing-akan-gelar-irama-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Allah membalik vonis dokter</title>
		<link>http://www.itapurnamasari.com/2007/09/allah-membalik-vonis-dokter/</link>
		<comments>http://www.itapurnamasari.com/2007/09/allah-membalik-vonis-dokter/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Sep 2007 05:41:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Articles]]></category>

		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[Religious]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://itapurnamasari.com/blog/2007/09/27/allah-membalik-vonis-dokter/</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana dahsyatnya kekuatan doa dan shalat? Tanyakan pada penyanyi Ita Purnamasari. Istri dari musisi Dwiki Dharmawan ini akan bertutur panjang hebatnya kekuatan doa dan shalat. Penyanyi yang lebih dikenal sebagai rocker wanita ini, kini dalam setiap aktivitasnya tak akan bisa lepas dari doa dan shalat.
Ceritanya bermula ketika ia dan sang suami berbulan madu kedua di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana dahsyatnya kekuatan doa dan shalat? Tanyakan pada penyanyi Ita Purnamasari. Istri dari musisi Dwiki Dharmawan ini akan bertutur panjang hebatnya kekuatan doa dan shalat. Penyanyi yang lebih dikenal sebagai rocker wanita ini, kini dalam setiap aktivitasnya tak akan bisa lepas dari doa dan shalat.</p>
<p>Ceritanya bermula ketika ia dan sang suami berbulan madu kedua di Australia Maret 1997 silam. Ita yang dinikahi Dwiki 23 Oktober 1995, sengaja menunda momongan karena masih ingin menikmati masa-masa berdua. Setelah 1,6 tahun &#8220;kosong&#8221;, Ita dan Dwiki sepakat untuk punya momongan. Untuk itu keduanya jalan-jalan ke Australia.</p>
<p>Alih-alih menikmati pesiar berdua, Ita justru mengalami diare hebat, akibat salah makan. Tiga hari ia terbaring di negeri kanguru itu. Jadwal jalan-jalan dibatalkan dan mereka kembali ke Tanah Air.</p>
<p>Ia meneruskan berobat di Jakarta. Dokter menvonisnya terkena radang usus. Namun hasil pencitraan ultrasonografi (USG) menunjukkan hasil yang berbeda. Ditemukan massa berukuran 5 X 6 cm di dalam hatinya. &#8220;Daging itu harus segera diambil. Itu semacam tumor atau bahkan kanker,&#8221; ujar Ita menirukan sang dokter.</p>
<p>Perempuan kelahiran Surabaya 15 Juli 1967 ini panik. Ia jarang sakit. Dihadapkan ke meja operasi membuatnya sangat tersiksa. Ia meminta deteksi yang lebih canggih lagi, CT scan. Hasilnya, memang lebih akurat: tumor itu besarnya melebihi perkiraan USG!</p>
<p>Untuk menenangkan diri, Itu memilih pulang ke Surabaya agar bisa dekat dengan sang ibu Hj Diah dan ayah H Soekarmeni. Kebetulan sejak menikah, ia jarang pulang ke Surabaya.</p>
<p>Di kota kelahirannya itu, ia diantar orang tuanya menemui dokter yang pernah menangani abses di livernya ketika remaja dulu. Massa di hatinya itu tepat berada di bekas absesnya. Sang dokter pun merujuknya ke koleganya di sebuah rumah sakit besar di Singapura.</p>
<p>Berangkatlah Ita dan suaminya ke negeri jiran itu. Mereka bahkan menyewa flat untuk tinggal, karena pengobatan diperkirakan memakan waktu.</p>
<p>Sebelum dioperasi, dokter di Singapura menyarankan untuk menjalani pencitraan MRI (magnetic resonance imaging scan). Ia diwajibkan berpuasa mulai pukul 21.00 waktu setempat. Malam itu pula Dwiki mengajaknya shalat dan berdoa kepada Allah. &#8220;saya sambil menagis berdoa kepada Allah agar diberikan petunjuk, minta disembuhkan. Saya berdoa jangan sampai kena penyakit yang membahayakan,&#8221; kisah Ita.</p>
<p>Untuk menjalani tes, prosedurnya sangat rumit. Ia harus menandatangani surat yang menyebutkan tidak dalam keadaan hamil, karena kalau hamil pihak rumah sakit tak akan bertanggung jawab. Yakin tidak sedang hamil, ia pun teken. Namun hasil tes urin berkata sebaliknya: ia hamil.</p>
<p>Giliran dokternya yang kelabakan. Usia kehamilannya sudah lima pekan. Kalau pengobatan diteruskan, artinya Ita harus merelakan janinnya diaborsi. Ita disuruh membuat pilihan.</p>
<p>Ia meminta operasi ditunda. Shalat istikharah pun dilakukannya. &#8221;Malam itu saya shalat dalam keadaan lelah jiwa dan raga,&#8221; lanjutnya. Dwiki selalu menberikan semangat padanya.</p>
<p>Pagi hari putusan itu diambil. Mereka sepakat untuk pulang ke Jakarta. Hari-hari Ita dihabiskannya di atas sajadah. Di suai kehamilannya yang kedua bulan, ia memeriksakan kandungannya di rumah sakit yang sama di Singapura. Hasilnya, janinnya sehat.</p>
<p>Ia sejenak melupakan penyakitnya, dan berkonsentrasi pada kandungannya. Sembilan bulan kemudian, tepatnya tanggal 4 Desember 1997, buah hatinya, Fernanda, dikeluarkan melalui operasi caesar. Sehat, tak kurang satu apa. Ia dan Dwiki tak henti-hentinya mengucap syukur.</p>
<p>Dua bulan setelah melahirkan, ia kembali mendatangi dokter livernya. Deteksi dilakukan lagi. Ia pasrah dengan apapun hasil USG dan CT scan yang dilakukan berturut-turut.</p>
<p>Namun Allah berkehendak lain. Massa di dalam hatinya yang tadinya besar itu telah mengecil dan kering. Pemeriksaan lain menunjukkan, massa itu hanyalah bekas asbesnya dulu yang membekas dan tampak seperti daging ketika dilakukan scanning.</p>
<p>&#8221;Jadi, dokter itu memastikan bahwa daging itu bekas luka lever abses tahun 1994 yang sudah sembuh tapi masih meninggalkan bekas. Dia sewaktu-waktu bisa kumat kalau saya makannya sembarangan,&#8221; ujarnya. Ita meyakini, kuasa Allah lah yang membuat semuanya berbalik. &#8220;Itu pelajaran yang sangat berharga bagi kami sekeluarga. Jangan pernah lepas dari shalat dan doa. Jangan pernah jauh dari Allah,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sumber: Republika</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.itapurnamasari.com/2007/09/allah-membalik-vonis-dokter/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ita Purnamasari Siapkan Album Religi</title>
		<link>http://www.itapurnamasari.com/2007/06/ita-purnamasari-siapkan-album-religi/</link>
		<comments>http://www.itapurnamasari.com/2007/06/ita-purnamasari-siapkan-album-religi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jun 2007 05:31:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Articles]]></category>

		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://itapurnamasari.com/blog/2007/06/18/ita-purnamasari-siapkan-album-religi/</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (ANTARA News) - Lama tak terdengar kabarnya, penyanyi aliran musik rock asal Surabaya, Ita Purnamasari, mengaku sedang menyiapkan album religi yang bakal diluncurkan Agustus 2007.
&#8220;Sekarang memang masih proses, dalam waktu dekat semoga sudah selesai karena tinggal satu lagu lagi yang dikerjakan,&#8221; ujarnya, di Jakarta, baru-baru ini.
Penggarapan lagu-lagu bersuasana Islami itu, menurut Ita, dikerjakan sejak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta (ANTARA News) - Lama tak terdengar kabarnya, penyanyi aliran musik rock asal Surabaya, Ita Purnamasari, mengaku sedang menyiapkan album religi yang bakal diluncurkan Agustus 2007.</p>
<p>&#8220;Sekarang memang masih proses, dalam waktu dekat semoga sudah selesai karena tinggal satu lagu lagi yang dikerjakan,&#8221; ujarnya, di Jakarta, baru-baru ini.</p>
<p>Penggarapan lagu-lagu bersuasana Islami itu, menurut Ita, dikerjakan sejak lama bersama suaminya yang juga musisi, Dwiki Dharmawan.</p>
<p>&#8220;Kebetulan kami mempunyai banyak sekali lagu-lagu religius yang belum sempat diproduksi dalam bentuk CD. Semua yang membuat mas Dwiki dan sudah dipilih sekitar delapan lagu ditambah dua lagu baru,&#8221; katanya.</p>
<p>Ita mengungkapkan, lima tahun terakhir dirinya memang tidak mengeluarkan album baru, namun tetap aktif menerima &#8220;job&#8221; menyanyi di berbagai daerah.</p>
<p>&#8220;Kalau album religi, maka ini yang pertama kali, tapi kalau secara keseluruhan album ini adalah yang ke-13,&#8221; ujar ibu satu anak itu.</p>
<p>Ita mengatakan, dalam album yang didampingi Dwiki selaku &#8220;music director&#8221; dan &#8220;produser&#8221;-nya itu ada satu lagu yang pernah dinyanyikannya bersama Novia Kolopaking berjudul &#8220;Dengan Menyebut Nama Allah&#8221;.</p>
<p>&#8220;Saya berharap lagu itu nantinya dapat mengena dan diterima di hati masyarakat,&#8221; demikian Ita. (*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.itapurnamasari.com/2007/06/ita-purnamasari-siapkan-album-religi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ita Purnamasari Akan Menyanyi di China</title>
		<link>http://www.itapurnamasari.com/2007/06/ita-purnamasari-akan-menyanyi-di-china/</link>
		<comments>http://www.itapurnamasari.com/2007/06/ita-purnamasari-akan-menyanyi-di-china/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jun 2007 05:24:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Articles]]></category>

		<category><![CDATA[Concert]]></category>

		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://itapurnamasari.com/blog/2007/06/02/ita-purnamasari-akan-menyanyi-di-china/</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (ANTARA News) - Lama tak terdengar kabarnya, penyanyi asal Surabaya, Ita Purnamasari, akan tampil dalam pertunjukan seni budaya &#8220;Indonesia-China: Intertwined&#8221; di Beijing, 15 Juni mendatang.
&#8220;Lagu-lagunya mengambil dari lagu daerah yang dibawakan secara `medley` dan diaransemen ulang, di antaranya `Bungong Jeumpa`, `Gundul-gundul Pacul`, dan `Yamko Rambe`,&#8221; ujarnya kepada ANTARA, di Jakarta, Sabtu.
Untuk persiapan ke Beijing, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta (ANTARA News) - Lama tak terdengar kabarnya, penyanyi asal Surabaya, Ita Purnamasari, akan tampil dalam pertunjukan seni budaya &#8220;Indonesia-China: Intertwined&#8221; di Beijing, 15 Juni mendatang.</p>
<p>&#8220;Lagu-lagunya mengambil dari lagu daerah yang dibawakan secara `medley` dan diaransemen ulang, di antaranya `Bungong Jeumpa`, `Gundul-gundul Pacul`, dan `Yamko Rambe`,&#8221; ujarnya kepada ANTARA, di Jakarta, Sabtu.</p>
<p>Untuk persiapan ke Beijing, pelantun hits &#8220;Cintaku Padamu&#8221; di tahun 1993 ini mengatakan telah beberapa kali latihan menyanyi dan menjaga stamina agar tetap prima.</p>
<p>&#8220;Berlatih menyanyi juga dilakukan secara intensif, terutama karena kali ini aku harus menyanyikan lirik lagu daerah dalam bahasa China,&#8221; ungkap ibu dari Muhammad Fernanda Dharmawan (9) ini.</p>
<p>Selain persiapan fisik dan latihan lagu, Ita juga telah menyiapkan kostum khusus untuk menyanyi. Kali ini Ita membuka-buka kembali koleksi busana etniknya.</p>
<p>&#8220;Aku punya beberapa koleksi busana bercorak etnik, jadi tidak ada masalah dengan kostum, yang penting menyesuaikan diri dengan tema acara dan lagu yang dibawakan,&#8221; ujar Ita, yang pernah tergabung dalam grup vokal &#8220;Tiga Dara&#8221; bersama Sylvana Herman dan Paramitha Rusady.</p>
<p>Tampil di depan publik China, bagi Ita bukan hal baru lagi. Pada 2006 lalu, Ita bersama sang suami, Dwiki Dharmawan, dan kelompok musik &#8220;World Peace Project&#8221; menggelar konser di empat kota di China.</p>
<p>&#8220;Indonesia-China: Intertwined&#8221; adalah bentuk kerjasama Indonesia-China di bidang budaya dan turisme. Pertunjukan tersebut menampilkan pagelaran seni budaya dua bangsa ini dalam tari, musik, lagu, dan peragaan busana. (*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.itapurnamasari.com/2007/06/ita-purnamasari-akan-menyanyi-di-china/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jika Aman, Oke-oke Saja</title>
		<link>http://www.itapurnamasari.com/2006/07/jika-aman-oke-oke-saja/</link>
		<comments>http://www.itapurnamasari.com/2006/07/jika-aman-oke-oke-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Jul 2006 05:37:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Articles]]></category>

		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://itapurnamasari.com/blog/2006/07/23/jika-aman-oke-oke-saja/</guid>
		<description><![CDATA[ZAMAN keterbukaan sekarang ini, banyak memberikan terobosan-terobosan baru di dunia pengetahuan, khususnya dunia kecantikan. Salah satunya adalah melakukan sedot lemak atau liposuction. Sejauh hal itu nyaman buat si pelaku, kenapa tidak. Yang terpenting, jika sudah bersuami, dalam melakukan tindakan sedot lemak, harus seizin suami. Demikian kata artis Ita Purnamasari menanggapi hadirnya terobosan untuk melangsingkan atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ZAMAN keterbukaan sekarang ini, banyak memberikan terobosan-terobosan baru di dunia pengetahuan, khususnya dunia kecantikan. Salah satunya adalah melakukan sedot lemak atau liposuction. Sejauh hal itu nyaman buat si pelaku, kenapa tidak. Yang terpenting, jika sudah bersuami, dalam melakukan tindakan sedot lemak, harus seizin suami. Demikian kata artis Ita Purnamasari menanggapi hadirnya terobosan untuk melangsingkan atau melakukan jalan pintas menurunkan berat badan dengan cara sedot lemak.</p>
<p>Menurut istri musisi asal Bandung, Dwiki Dharmawan ini, apa yang dilakukan sebagian orang sekarang ini, sesungguhnya bukan hal baru lagi, hanya saja dulu mungkin saja dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Melakukan operasinya bisa di luar negeri maupun di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Kalau sekarang memang sudah sangat terbuka, sehingga tindakan medis yang membuat orang lain jadi kembali langsing, sudah bisa diterima dengan reaksi biasa-biasa saja,&#8221; kata perempuan asal Surabaya ini. &#8220;Mungkin kalau tindakan ini dilakukan 10 tahun silam, barangkali kita akan kaget mendengarnya, sekarang sih enggak masalah ya,&#8221; ujar Ita menambahkan.</p>
<p>Memang, kata Ita, banyak kalangan perempuan melakukan tindakan sedot lemak agar mereka dapat tampil sesuai keinginan. &#8220;Sejauh tidak mengakibatkan efek samping, saya kira oke-oke saja. Untuk itu saya harus bersyukur, karena badan saya ini termasuk tubuh yang sulit gemuk, gini-gini aja sejak dulu, caranya ya atur pola makan dan banyak berolah raga,&#8221; ujar ibu dari seorang putra yang masih tampak cantik ini.</p>
<p>Wanita yang sibuk mengajar di Sekolah Musik Farabi ini mengatakan, kalau dirinya gemuk atau kelebihan lemak, ia belum akan memilih tindakan sedot lemak. &#8220;Itu barangkali pilihan terakhir. Sebelumnya saya akan melakukan yang alamiah dulu, kalau benar-benar sudah enggak bisa ditolerir, ya mungkin saja terpikirkan untuk melakukannya, yang penting kan bisa nyaman untuk saya dan tanpa ada efek samping,&#8221; katanya, tertawa. Ita juga mengatakan sejauh ini ia belum mendengar ada yang gagal melakukan operasi sedot lemak. &#8220;Jadi enggak masalah kan,&#8221; ujarnya. (Ratna DJ/&#8221;PR&#8221;)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.itapurnamasari.com/2006/07/jika-aman-oke-oke-saja/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ita Purnamasari: Tanpa Tahi Lalat</title>
		<link>http://www.itapurnamasari.com/2002/03/ita-purnamasari-tanpa-tahi-lalat/</link>
		<comments>http://www.itapurnamasari.com/2002/03/ita-purnamasari-tanpa-tahi-lalat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Mar 2002 05:23:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Articles]]></category>

		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://itapurnamasari.com/blog/2002/03/06/ita-purnamasari-tanpa-tahi-lalat/</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, Kompas
Memasuki tahun 2002 lalu, penyanyi Ita Purnamasari (34) sedianya sudah tampil dengan &#8220;wajah baru&#8221;, yaitu tanpa tahi lalat di bawah mata kirinya. Namun, setelah berita tersiar, banyak penggemar dan saudara-saudara Ita protes.
&#8220;Saya sebenarnya pingin image baru tanpa tahi lalat, tetapi batal. Soalnya, banyak yang telepon dan kirim surat. Mereka tak setuju kalau saya menghilangkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, Kompas</p>
<p>Memasuki tahun 2002 lalu, penyanyi Ita Purnamasari (34) sedianya sudah tampil dengan &#8220;wajah baru&#8221;, yaitu tanpa tahi lalat di bawah mata kirinya. Namun, setelah berita tersiar, banyak penggemar dan saudara-saudara Ita protes.</p>
<p>&#8220;Saya sebenarnya pingin image baru tanpa tahi lalat, tetapi batal. Soalnya, banyak yang telepon dan kirim surat. Mereka tak setuju kalau saya menghilangkan tahi lalat,&#8221; kata Ita yang ditemui di kafe Barbados, Kemang, Jakarta, Selasa (5/3) siang.</p>
<p>Siang itu, Ita dan suaminya, Dwiki Dharmawan, mengadakan acara syukuran atas rampungnya album terbaru Ita yang digarap di Australia. Penyanyi asal Surabaya itu tetap membawa warna musik pop-rock yang menjadi cirinya sejak muncul pertama di akhir tahun 1980-an. Pop-rock Ita kali ini mendapat sentuhan orkestra yang aransemennya digarap Dwiki Dharmawan, yang lebih dikenal sebagai pemusik jazz.</p>
<p>&#8220;Dalam menggarap album ini saya sering berantem sama Dwiki. Dia maunya musiknya begini, saya maunya begitu. Tetapi, syukur albumnya telah selesai. Dwiki dapat mendalami karakter saya dan menyesuaikan musik seperti yang saya maui,&#8221; kata Ita yang siang itu sempat menyanyikan lagu terbarunya diiringi keyboards Dwiki.</p>
<p>Kembali ke soal tahi lalat, seorang wartawan sempat nyeletuk apakah identitas Ita itu membawa rezeki tersendiri. Dengan logat jawatimuran, Ita menukas, &#8220;Lho, rezeki ya terserah yang Di Atas. Masak rezeki orang tergantung andeng-andeng (tahi lalat-Red).&#8221; (XAR)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.itapurnamasari.com/2002/03/ita-purnamasari-tanpa-tahi-lalat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
